Utlah IMC Menyatukan Dua Hati

Indonesia Mathematic Club. Club ini di buat oleh Kenang Indra Matena dan Laura Kanesia Primatika di karenakan oleh kami berdua memiliki jiwa dalam belajar matematika, kami berdua adalah pecinta matematika yang akan memberi warna pada dunia matematika agar kami selalu sukses matematika.

Pati, 26 Desember 2010
Ttd
Kenang Indra Matena Laura Kanesia Primatika
Ketua Wakil Ketua

“ Lah kok lu jadi ketua tanpa persetujuan dari gue Nang?” Protes Laura setelah membaca akte pendirian yang di buat oleh Kenang.
“ Gue jadi ketua bukan tanpa alasan kali. Gue kan kakak kelas, Lo adik kelas. Jadi meminta atau tanpa meminta persetujuan dari lo, gue akan tetap jadi ketua,” Jelas Kenang.
“ Pesan tersirat dari kalimat lo barusan adalah lo udah tua hahahaha,” Ledek Laura.
“ udah deh gak usah ngeledek. Lu juga muda setahun dari gue. Udah sekarang tiup lilinnya, jangan lupa make a wish” Perintah Kenang.

Hari ini adalah tanggal 26 Desember 2010.Yang berarti adalah hari ulang tahun Kenang dan Laura. Mereka lahir di tanggal yang sama namun dalam tahun yang berbeda. Dan pada hari ini pula mereka mendirikan club yang beranggotakan mereka berdua.
“ Nang peraturan clubnya lucu banget ya. Pertama, siapa yang memiliki nilai paling rendah harus mentraktir bakso yang memiliki nilai paling tingi. Kedua, bagi yang memiliki materi baru harus mengajarkan pada yang lain. Yang buat lo?” Tanya Laura.
“ Ya iya lah siapa lagi kalo bukan gue, supaya nilai matematika lu gak jeblok. Lo kan paling ogah ntraktir orang. Kalopun nilai matematika lu jeblok, gue juga untung bisa dapat traktiran bakso dari lu,” Jelas Kenang.
“ Yeee. Nilai matematika gue gak akan jeblok lagi kok. O ya Nang kok namanya Indonesia Mathematic Club sih? Emang seluruh siswa di Indonesia boleh join?” Tanya Laura.
“ Tentu saja boleh. Dengan senang hati gue menerima anggota-anggota baru,” Jawab Kenang sambil tersenyum.
“ Tapi kan waktu SD kita udah janji kalo rumah pohon ini Cuma untuk kita berdua. Bahkan adik lo aja pengen ke sini lo gak kasih ijin,”
“ Siapa bilang mereka ke sini? Club ini sudah gue buat pagenya di facebook kok, jadi gak perlu mampir ke rumah pohon kita, lo tahu gak apa di balik kata Indonesia?”
“ Negara kita lah, Emang apa lagi?”
“ Gak salah tapi juga gak benar,”
“ Lho kok bisa?” Tanya Laura penasaran.
“ Bisa donk.Memang Indonesia negara kita.Tapi pesan tersirat dari kata Indonesia pada club kita adalah Indra dan Kanesia. Nama tengah kita, ngerti gak lu?”
“ Wuih keren. Pinter juga lo buat nama club. Gak kalah deh sama club korea gue.” Kata Laura bangga.“ Korea lagi korea lagi. sekali-kali Indonesia kek. Kalo lo mikirnya korea mulu bisa-bisa nilai lo jeblok kaya semester ini dan harus traktir gue bakso sepuas gue, “
“ Hah? Sepuas lu? Tekor gue,” Kata Laura sambil menepuk jidatnya.
“ tekor-tekor itu kan resiko. O ya ini kado dari gue,” Kata Kenang sambil menyerahkan sebuah kado kepada Laura.
“ wuih lebih besar daripada kado yang tahun lalu lo kasih, gue buka ya Nang,” Laura merobek kertas kado yang tadinya terbungkus sangat rapi.
“ Wuih kaos couple ni. Bisa-bisa satu sekolah heboh ni. Laura Kanesia Primatika mendapat kaos couple dari sang mantan ketua osis,” Laura menirukan gaya pembawa acara gosip.
“ Ya itu kan bukan mau gue. Tapi roda kado yang gue puter.Lagipula itu bukan sepenuhnya kaos couple.” Kata Kenang dan kemudian Laura memperhatikan kaos yang di berikan oleh Kenang.
“ Indonesia Mathematic Club?” Tanya Laura bingung.
“ Itu kaos club. Keren kan. Bagian depan Indonesia Mathematic Club. Bagian belakang IMC selalu di hati .Terus di bawah sini juga ada namanya.Kenang.Nah ini punya gue.” Jelas Kenang lalu memakai kaos tersebut.
“ Curang lo Nang, ini kado buat lo dan gue gak curang kaya lo,” Laura menyerah kado.
“ Wuih beneran jam tangan. Makasih Laura. Pakai dong kaosnya Ra. Biar kita sama-sama keren,” “ Kita? Laura aja kali, hahaha” Dan akhirnya mereka berdua pun tertawa bersama.
“ Laura,udah malam cepetan pulang besok kamu telat lagi” teriak seseorang dari bawah.
“ Iya Mah, bentar” Jawab Laura.
“ Nang gue pulang dulu ya, lo yang beresin ya?Kan tahun lalu gue yang beresin, hehehe,” kata Laura yang langsung saja turun menghampiri Mamanya.

Pagi hari.
“ Kenang, berangkat yuk,” Teriak Laura di depan rumah Kenang.
“ Iya bentar,” Kenang muncul dari rumah dan segera menghampiri Laura.
Dalam perjalanan menuju sekolah mereka bersundau gura sambil sesekali tawa mewarnai pagi mereka.
“ O ya Nang hari ini hasil ulangan gue yang bab Statistika keluar lho,” Kata Laura.
“ Wuih keren, nilai matematika gue udah keluar kemarin, ntar pulang sekolah kita adu nilai siapa yang paling tinggi,” .
“ Oke.Siapa takut.”Hari terlalui dengan begitu cepat.Tanpa terasa bel pulang pun berbunyi dengan nyaringnya.Murid-murid berhamburan menuju parkiran untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
“ Siap?” Tanya Kenang pada Laura dan di balas anggukan olehnya.
“ Satu, dua, tiga,” pada hitungan ketiga mereka berdua mengeluarkan kertas ulangan matematika. Dan hasilnya.
“ Yeeee gue menang,” Kata Laura sambil melompat-lompat.
“ Yah sayang banget Cuma beda satu poin aja,gue gak mau traktir ah” Kata Kenang kecewa. “ Peraturan Pertama, siapa yang memiliki nilai paling rendah harus mentraktir bakso yang memiliki nilai paling tingi dan peraturan tersebut yang membuat adalah bapak ketua Kenang Indra Matena,” kata laura layaknya seorang hakim yang telah menitikberatkan kesalahan pada terdakwa.
“ Iya iya, bawel lo.”

Di warung bakso.
“ Alhamdulillah kenyang gue. Kenapa gak dari dulu aja ya kita buat club,” Kata Laura.
“ kan baru sekarang lo gila sama club, coba dari dulu lo gila club korea-korea gak jelas itu, pasti IMC udah 15 tahun sama kaya usia persahabatan kita” Kata Kenang.
“ Yeee, siapa bilang korea gak jelas, korea itu jelas-jelas keren, gak dramanya, musiknya, budanya, keren semua,” Laura membela diri.
“ Coba deh lo sebulan sekali ikut gue nonton ketoprak atau wayang di desa sebelah. Pasti lo bakal bilang kalo budaya Indonesia juga super duper keren,” Kenang pun tak ingin kalah dari Laura.
“ Gue gak ngerti jalan ceritanya Kenang,”
“ Bukannya lo gak ngerti tapi lo gak suka. Coba kalo lo suka pasti ngerti-ngerti aja,”

Hari-hari mereka lalui bersama dalam tawa canda juga sengsara dalam mempelajari matematika.Tak terasa hari berlalu begitu cepat. Usia IMC hampir memasuki usia pertama. Seperti biasa, tiga hari sebelum hari H, Kenang dan Laura mengadakan rapat apa saja yang mereka perlukan untuk merayakannya.
“ Lo duluan deh Ra yang muter, gue pengen tahu kado apa yang bakal gue dapat dari lo tahun ini hehehehe,” Perintah Kenang pada Laura.
Dan Laura langsung memutar roda hadiah yang ada di depannya. Menit demi menit mereka sabar menunggu dengan harap-harap cemas jarum akan berhenti pada benda apa. Dan jarum berhenti pada…..
“Yah kok gue harus ngasih lo puisi sih, gak banget deh. Padahal kan gue yang pengen puisi dari lo, nih giliran lo” Kata Laura kecewa. Dan Kenang pun segera memutar roda tersebut.
“ Asyik bukunya Yohanes Surya.Kapan-kapan gue pinjem ya Ra, hehehe”

Tibalah pada hari yang mereka tunggu.26 Desember 2011.Dengan hati-hati Laura membawa Kue ke rumah pohon. Di susul oleh Kenang yang membawa kado untuk mereka berdua.
“ Wah gak terasa ya Ra, setahun sudah club ini berdiri. Dan lo sedikit demi sedikit melupakan budaya korea. Dan senang nonton Wayang. Keren kan Ra?”
“ ya Nang. Keren banget. Aku jadi tahu kalo wayang punya cerita yang gak kalah keren dari drama korea the great quenn seondeok dan the moon that embraces the sun
“ Gimana ni kesan-kesan selama gabung di club ini?”
“ Yang pasti gue senang nilai matematika gue jadi lebih baik lagi berkat Pak Ketua.Terus gue juga kenyang makan bakso pas pak Ketua nilainya anjlok hehehe, kalo lo?”
“Gue juga senang. Akhirnya sahabat gue gak gila club-club korea. Gak gila kaya dulu yang teriak-teriak oppa oppa sarangahaeyo, dan pastinya gue punya waktu banyak buat terus sama lo,”
“ Yang terakhir itu beneran senang atau terpaksa tu,”
“ Ya beneran lah, ayo make a wish dulu,” dan keduanya pun memejamkan mata sambil berdoa apa yang mereka inginkan menukarkan kado. Malam pun telah tiba.Sang matahari kini telah tenggelam dan tergantikan oleh rembulan yang bersinar terang.Dengan perasaan campur aduk Kenang membaca puisi dari Laura.
Matematika bukan hanya sebuah kata Melainkan kehidupan yang memberikan sebuah nyawa Layaknya sebuah angka yang selalu mengisi cerita Diriku dan dirimu bagaikan dua angka yang sama namun berbeda tanda Jika bersama akan terasa kosong serta hampa Namun jika bertengkar memberikan sebuah angka yang sangat buruk Serta jika berpisah akan mengalami sebuah kehancuran yang mendalam Terimakasih untuk segalanya
“Kosong? Hampa?Apa aku tak pernah ada dalam hatimu Laura? Negative? Apa aku hanya memberikan pengaruh negative untukmu? Baiklah mulai sekarang aku akan menjauhimu agar kau selalu bernilai positif.”Ucap kenang dalam hati.
Mentari telah menampakkan sinarnya.Kehangatannya tak mungkin dapat terelakkan.Pagi-pagi sudah Kenang pergi ke sekolah. Entah apa yang telah menyerangnya sampai tega tidak menunggu Laura untuk berangkat bersama.
“ Kenang berangkat yuk,” Teriak Laura dan keluarlah seorang wanita anggun.
“ Eh Laura, kenangnya sudah berangkat,” Kata Mama Kenang.
“ Lho kok gak nungguin aku Tan?” Tanya Laura heran.
“ O ya tadi kenang bilang kalo dia hari ini piket, jadi perlu berangkat pagi,”
“ ya udah deh tante, Laura berangkat dulu ya.” Ucap Laura sambil mencium tangan Mama Kenang.

Sampai di sekolah. Laura mencari Kenang di kelasnya.
“ Woi Nang. Lo kok ninggalin gue, kayanya walaupun piket lo tetep nunggu gue,” Kata Laura kecewa.“ Gue sibuk, bentar lagi bel masuk mending lo cepetan ke kelas daripada telat,” Ucap Kenang dingin.
“ Lo kok aneh Nang……” Belum sempat Laura melanjutkan Ucapannya Kenang telah pergi meninggalkannya.

Hari berikutnya.
Sama seperti hari-hari kemarin Kenang masih berangkat sendiri dan tak mau berangkat bersama Laura. Hingga tiba saatnya hasil ulangan matematika di umumkan.
“ Kenang, siap untuk peraturan pertama?” Teriak Laura. Tanpa menunggu persetujuan dari Kenang, Laura membuka kertas ulangan matematika milik Kenang.
“ Wah nilai lo lebih tinggi dari gue Nang, ntar siang gue tunggu lo di parkiran ya,”
“ Gue gak mood makan bakso, sana gi balik ke kelas lo. Ngapain sih adik kelas di sini,” Ucap Kenang lalu pergi meninggalkan Laura. Laura masih bingung apa yang telah terjadi pada Kenang.

Saat pulang sekolah tiba, Laura menunggu Kenang di parkiran sekolah.Satu jam.Dua jam.Tiga jam.Orang yang di tunggu tak kunjung datang. Bukan Laura namanya kalau ia kenal kata menyerah. Terik matahari yang tadinya sangat panas kini telah pergi melihat kegigihan Laura.Dan bulan pun menghampiri dan menemani Laura dalam penantiannya.Dalam kelas Kenang memerhatikan Laura.Ia sangat ingin menghampirinya. Namun, ia sadar kehadirannya malah membuat Laura semakin mendapat pengaruh negative darinya.

To : Faris From : 085xxxxxxxxx
Laura ada adi parkiran sekolah. Kalo lo peduli sama dia suruh dia pulang dan kalo bisa ajak dia makan. Seharian dia belum makan.

Hari berikutnya.
Sikap Kenang masih saja dingin terhadap Laura. Dan Laura masih saja bingung apa yang telah terjadi. Dan tak terasa sikap tersebut telah berlangsung hampir satu tahun.Keduanya tersiksa.Keduanya merana. Namaun apa boleh di kata. Satu tak berani berkata, satu tak berani bertanya.dan mengangap semua baik-baik saja. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.
“ Kenang tunggu,” Teriak Laura.
“ Lo gak capek apa ngejar-ngejar gue tiap hari?”
“ Sejak kecil gue gak pernah capek kejar-kejaran sama lo, “
“ Kalo lo mau nostalgia bukan di sini tempatnya, minggir gue mau lewat,”
“ Tunggu,”
“ Apa lagi?”
“ Gue nemu dompet lo di depan rumah pohon,” Laura menyerahlan dompet milik Kenang.
“ Dan gak sengaja gue lihat foto-foto kita.Kenapa di balik foto ultah kemarin ada puisi dari gue?”“ Bukan urusan lo, balikin fotonya,” laura pun menyerahkan fotonya. Laura tak menyangka apa yang di lakukan Kenang. Kenang merobek foto tersebut.
“ Gak ada lagi kata kita, sekarang yang ada lo lo, gue gue,” Kata Kenang sambil membuang foto tersebut.
“ Lo tega Nang, kalo lo gak suka sama puisi dari gue, lo tinggal bilang. Gue bisa ganti. Tapi gak perlu lo robek foto kita dan belakangnya ada puisi dari gue,” tanpa sadar Laura meneteskan air mata.
“ Cengeng,” Kemudian Kenang pergi meninggalkan Laura.

Dalam hati Kenang merasa bersalah telah membuat Laura menangis. Kalau dulu ia pasti akan membawa bakso ke rumah Laura dan minta maaf. Namun, apa sekarang ia masih bisa melakukannya? Sementara ia tahu bahwa jika bersama Laura, Laura merasa kosong dan hampa. Tanpa sadar Kenang telah berada di rumah pohon.Ia sangat merindukan tempat ini. Hampir satu tahun ia tak ke sini. Tak sengaja mata Kenang melihat kalender dengan tanggal yang telah di lingkari dengan spidol merah yang bertuliskan “ rapat ultah kita” dan itu adalah hari ini. Sadar akan hal itu, tangan Kenang menyentuh roda hadiah. Perlahan-lahan ia putar roda tersebut, jarum telah berhenti, ia ambil kertas yang ada pada roda tersebut dan membukanya.
“ Apa yang terjadi?”Kenang hanya geleng kepala melihat tulisan tersebut. Kemudian memutar roda hadiah kembali.
“ Apa salahku?”
“ Maafkan aku”
“Jangan lupa datang pada hari ulang tahun kita”
“Kenang Indra Matena adalah hadiah terindah”.
“ Apa maksud dari semua ini? Aku hadiah terindah?Sementara ia sendiri bilang bahwa bersamaku dia merasa kosong dan hampa”.

26 Desember 2012.
“ Wah anak Mama hari ini ulang tahun. Selamat ulang tahun ya sayang,” Kata Mama Kenang sambil mencium kening Kenang.
“ Makasih Ma,” “ Ini pesanan kamu tahun lalu baru aja datang,”
“ Cincin,”
“ Cincin? Sejak kapan aku pesan cincin?” Tanya Kenang bingung.
“ Tahun lalu. Tahun lalu kan kamu bilang mau lamar Laura, nah sekarang udah tiba waktunya, tapi dengan syarat Laura harus nunggu selama lima tahun atau lebih “ Kata Mama kemudian menyerahkan cincin kepada Kenang.
“ Ya udah deh Ma, aku berangkat dulu ya,” Ucap Kenang sambil mencium tangan Mamanya.
Di sekolah.
“ wew mas bro, selamat ulang tahun ya bro,” Kata Riko teman Kenang. Teman-teman lainnya pun juga ikut memberi selamat pada Kenang.
“ Wuih apaan ni? Cincin bro, apaan ni KL?” Tanya Riko penasaran.
“ Bukan apa-apa,” Jawab Kenang lesu.
“ Biar gue tebak, KL, kecelakaan lalu lintas ya?hahaha” tebak Toni dan di ikuti suara tawa yang lain. “ Lo bener Ton KL itu kecelakaan lalu lintas. Gue emang lagi mengalami kecelakaan lalu lintas dalam persahabatan. Gue kecelakaan hingga akhirnya gue jatuh cinta sama sahabat gue. Dan kecelakaan itu tambah parah saat gue tahu kalo dia gak pernah anggap gue ada dalam hatinya,” Kata Kenang dalam hati.
“ Ah lo Ton ada-ada aja. Gue tahu ini cincin buat lamar cewek kan? Kalo lo emang benar cinta sama tu cewek, lamar aja. Jangan sampe lo nyesel pas dia udah sama yang lain. Jangan takut lo di bilang pengecut kalau di tolak.karena pengecut itu adalah orang yang gak pernah mau nyoba padahal kesempatan ada di depan mata,” Kata Riko.
“ Wah tumben kata-kata lo bijaksana banget Ko,” Ledek Toni.

Malam telah tiba.
Kini Laura telah menungu Kenang di rumah pohon seperti biasa. Di sisi lain, Kenang masih sangat ragu untuk menghampiri Laura. Ia takut jecewa. Ia takut terluka.
“ Lo Kenang kok masih di sini, sana kasihan Laura sudah nunggu dari habis isya tadi,” Kata Mama Kenang.
“ Gimana kalo aku di tolak Ma?”
“Kok kamu bilang gitu?” Kenang menyerahkan puisi dari Laura.
“ Jadi kamu marahan sama Laura selama satu tahun Cuma gara-gara selembar kertas ini?” Kenang mengangguk.“ Dia bilang dia merasa kosong saat bersamaku,” Jelas Kenang.
“ Mama yakin maksud Laura tak seperti itu, lebih baik kau temui dia. Minta penjelasan padanya,” Dengan ragu Kenang pergi ke rumah pohon. Dengan setelan jas hitam yang sempurna bunga mawar merah yang indah ia pergi menjemput cintanya.
“ Kenang akhirnya lo datang juga, gue minta maaf kalo selama ini gue ada salah sama lo. Apa yang sebenarnya…..
” Belum selesai Laura menyelesaikan kalimatnya, Kenang telah berjongkok sambil memberikan bunga mawar merah yang berarti cinta yang merekah.Tanpa ragu Laura mengambil bunga tersebut. Kemudian, Kenang mengeluarkan Cincin dari sakunya.
“ Laura Kanesia Primatika, bersediakah kamu menjadi calon istriku dan menungguku selama lima tahun atau lebih ?” Pinta Kenang dan di jawab dengan anggukan oleh Laura.
“ Berapa lamapun aku akan tetam menunggu,” Kemudian Kenang memakaikan cincin di tangan Laura, begitu pula sebaliknya.
“ Apa kamu mengerjaiku selama satu tahun hanya untuk ini?” Tanya Laura hati-hati.
“ Bukan,” Kenang menyerahkan selembar kertas kepada Laura.
“ Kamu gak suka puisiku?Kenapa gak bilang dari dulu?Kenapa lebih milih mendiamkanku selama satu tahun?”
“Kamu tahu hatiku hancur berkeping-keping saat membaca puisi darimu. Diriku dan dirimu bagaikan dua angka yang sama namun berbeda tanda. Jika bersama akan terasa kosong serta hampa. Aku sadar saat itu aku hanya membawa pengaruh buruk bagimu.Kau bilangan positif, aku bilangan negative. Aku tak pantas berada di dekatmu,”
“ Kau salah besar. Bilangan negative itu aku. Sebelum IMC terbentuk aku sangat gila terhadap korea. Nilaiku turun.Jadwalku amburadul.Tapi saat IMC terbentuk, nilaiku kembali normal.Kaulah bilangan positif itu.Saat bersamamu aku memang merasa kosong karena diriku ingin terpenuhi dengan materi-materi baru yang kau pelajari.Jika kita bertengkar memang benar memberikan dampak buruk. Dan saat berpisah satu akan jatuh. dan hal itu benar-benar terbukti selama setahun ini,”
“ Apa itu benar?” Tanya Kenang tak percaya pada apa yang telah di ucapkan oleh Laura.
“ Tentu saja benar.Apa kamu melihat kebohongan terpancar dari mataku? “
“Aku percaya kok sama kamu ibu wakil Ketua Laura Kanesia Primatika. Ya udah apa kesan-kesan kamu di hari ultah IMC yang kedua?”
“ Sedih karena Pak Ketua bersikap dingin pada Bu Wakil tapi dari sana aku belajar matematika dengan mandiri di page IMC bersama sobat IMC, kalo kamu?”
“ Tersiksa lahir batin karena terpisah satu tahun dari Ibu Wakil tapi tak apa itung-itung latihan jauh dari kamu, “
“ Latihan jauh?” Tanya Laura bingung.
“ Tahun depan aku udah kuliah otomatis jauh dari kamu. Pulang satu bulan sekali atau bahkan satu tahun sekali.Kamu kan sudah janji mau nunggu aku kan selama lima tahun atau lebih?”
“ Berapa lamapun aku akan nunggu kok tapi kenapa lima tahun? Bukannya program sarjana empat tahun?”
“ Lima tahun bukan tanpa alasan, empat tahun kuliah, satu tahun atau lebih kerja untuk modal nikah, hehehe”
“ Wah Bapak Ketua pinter sekali ya,”
“ Ya donk, Kenang. Ayo kita tiup lilin. Jangan lupa make a wish,” mereka berdua pun menutup mata dan berdoa.
“ Kenapa kamu malah lamar aku Nang? Bukannya usia-usia kita pacaran?”
“ Untuk apa kita pacaran? Untuk menyakiti satu sama lain? Untuk membuat galau satu sama lain? Membuat sakit hati satu sama lain? Lagipula tujuan pacaran akhir-akhirnya kan nikah, ya lebih baik tunangan saja yang di ketahui orangtua dan pastinya akan membuatmu lebih bahagia. “
“ Wah bijaksana bener. O ya Nang pas kita ntar nikah terus punya anak nama keluarganya matena atau primatika?”
“ Ya Matena kan ikut marga laki-laki,”
“ Gimana kalo nama marganya Matematika, kamu tahu arti dari kata matematika?”
“ Pelajaran favorit kita,’
“ Nggak salah juga gak benar. Matematika itu singkatan dati Matena dan Primatika, hehehe” Kata Laura sambil tertawa.
“ Wah sekarang Laura pintar buat nama ya,”
Setelah malam ultah IMC yang kedua, mereka menjalani long distance relationship dan berjanji akan bersama saat keduanya telah siap mengikrarkan janji suci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s